Pertemuan Badan Pelaksana UT-Taiwan dengan Kepala KDEI Taipei

 

Program UT di Taiwan merupakan salah satu program unggulan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Taiwan, dimana dalam pelaksanaannya dilakukan oleh sebuah badan otonom “Badan Pelaksana Program UT di Taiwan”. Badan pelaksana ini yang akan memfasilitasi secara teknis keberlangsungan kegiatan Univerisitas Terbuka (UT) di Taiwan dimana penandatanganan MoU program UT di Taiwan ini dilakukan oleh pihak Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei dengan pihak UT Pusat. Tentunya untuk keberlangsungan kegiatan UT tersebut pihak KDEI yang akan membantu kemudahan dalam hal fasilitas.

Read more...

Badan Pelaksana UT Taiwan

Susunan Badan Pelaksana UT Taiwan Periode 2016

Pelindung

:

Bpk. Arief Fadillah (Kepala KDEI di Taipei)

Penanggung Jawab

:

Pitut Pramuji (Ketua PPI)

Koordinator

:

M. Akamalul 'Ulya

Sekretaris

:

Inda Karsunawati

Bidang Keuangan

:

Chandrawati, Nur Vidia Laksmi

Bidang Akademik & Tutorial

:

Intan Dzikria, Ilma, Iqbal, Siti 

Bidang Administrasi & Kemahasiswaan

:

Retno Widyaningrum, Syahril M., Andromeda, Taufiqotul B., Eka

Bidang Humas & Media

:

Mario Leonardus Silalahi, Didik P., Ayu, Haris Chandra

Pengurus Wilayah

   

Chungli

:

Yauwseph Tandiono

 

   

Tainan

:

Wahid Dian B.


 Susunan Badan Pelaksana UT Taiwan Periode 2015

Pelindung

:

Bpk. Arief Fadillah (Kepala KDEI di Taipei)

Penanggung Jawab

:

Iman Adipurnama (Ketua PPI)

Koordinator

:

M. Akamalul 'Ulya

Sekretaris

:

Shintami C. Hidayati

Bidang Keuangan

:

Yeni Anistyasari, Ni'matut Tamimah

Bidang Akademik & Tutorial

:

Rayi Yanu Tara, Intan Dzikria, Anggi Setyo

Bidang Administrasi & Kemahasiswaan

:

Dimas Herjuno, Sylvia Ayu P., Vuri Ayu S., M. Hendra Pebrianto, Muhammad Faisal, Mega Dewi Rimba

Bidang Humas & Media

:

Mario Leonardus Silalahi, Resa Septiari

Pengurus Wilayah

   

Chungli

:

Welayaturromadhona, Yauwseph Tandiono

Taichung

:

Karmel Simatupang

Tainan

:

Anggi L Wicaksana

 

Susunan Badan Pelaksana UT Taiwan Periode 2014

Pelindung

:

Bpk. Arief Fadillah (Kepala KDEI di Taipei)

Penanggung Jawab

:

Dedi Fazriansyah Putra (Ketua PPI)

Koordinator

:

Bagus Jati Santoso

Sekretaris

:

Shintami C. Hidayati

Bidang Keuangan

:

Yeni Anistyasari, Ni'matut Tamimah

Bidang Akademik & Tutorial

:

Rayi Yanu Tara, Intan Dzikria, Anggi Setyo

Bidang Administrasi & Kemahasiswaan

:

Dimas Herjuno, Sylvia Ayu P., Vuri Ayu S., M. Hendra Pebrianto

Bidang Humas & Media

:

M. Akmalul Ulya, Vania Utami, Mario Leonardus Silalahi

Pengurus Wilayah

   

Chungli

:

Welayaturromadhona, Yauwseph Tandiono

Taichung

:

Immanuel Yosua

 

Susunan Badan Pelaksana UT Taiwan Periode 2013

Pelindung

:

Bpk. Ahmad Syafri (Kepala KDEI di Taipei)

Penanggung Jawab

:

Rangga Aditya Elias (Ketua PPI)

Koordinator

:

Aryka Pradhana P

Sekretaris

:

Shintami C. Hidayati

Bidang Keuangan

:

Yeni Anistyasari, Nieko Haryo P.

Bidang Akademik & Tutorial

:

Erliyah Nurul J., Dhika Yonika P., Intan Dzikria

Bidang Administrasi & Kemahasiswaan

:

Sylvia Ayu P., Yuli Frita N., N.M. Malikul Adil

Bidang Humas & Media

:

Bagus Jati Santoso, M. Akmalul Ulya, Choirul Nikmah

Pengurus Wilayah

   

Taoyuan

:

Febri Rahadi

Taichung

:

Erry Dwi K.

Tainan

:

Galih Nugroho

 

 

Susunan Badan Pelaksana UT Taiwan Periode 2012

Pelindung : Bpk. Ahmad Syafri (Kepala KDEI di Taipei)
Penanggung Jawab : Ramzi Adriman (Ketua PPI)
Koordinator : Alief Wikarta
Sekretaris : Junaidillah Fadlil & Shintami
Bidang Keuangan : Hening Marlistya Citraningrum & Wijanarko Sukma Pamungkas
Bidang Akademik & Tutorial : Wikan Jatimurti, Samsul Rajab & Yeni A
Bidang Administrasi & Kemahasiswaan : Fauzan Saiful Haq Mukarram, Aryka Pradhana Putra & Sylvia Ayu Pradanawati
Bidang Humas & Media : Bagus Jati Santoso, Adi Permadi & Christian Gunawan
Pengurus Wilayah    
Taoyuan : Bakhtiar Cahyandi Ridla & Amna C Farhani
Taichung : Ikhyanuddin & Septian Gandaputra
Tainan : Fery Abdul Choliq & Ilman Nafian Darajat


 

 

Susunan Badan Pelaksana UT Taiwan Periode 2011

Pelindung : Bpk. Harmen Sembiring (Kepala KDEI di Taipei)
Koordinator : Irwan Purnama
Sekretaris : Junaidillah Fadlil
Bidang Keuangan : Hening Marlistya Citraningrum
Bidang Akademik & Tutorial : Hakun Wira, Wikan Jatimurti, Firman
Bidang Administrasi & Kemahasiswaan : Tun Sriana, Fauzan Saiful Haq Mukarram, Amna C Farhani
Bidang Humas & Media : Adi Permadi, Bagus Jati Santoso, Christian Gunawan
Pengurus Wilayah    
Taoyuan : Bakhtiar Cahyandi Ridla
Taichung : Ainul Mardiah

Sekilas UT

Universitas Terbuka (UT) merupakan Perguruan Tinggi Negeri ke-45 yang didirikan pada tanggal 4 September 1984. Berdasarkan katalog UT , tujuan didirikannya adalah:
  1. Memberikan kesempatan yang luas bagi warga negara Indonesia dan warga negara asing, di mana pun tempat tinggalnya, untuk memperoleh pendidikan tinggi;
  2. Memberikan layanan pendidikan tinggi bagi mereka, yang karena bekerja atau karena alasan lain, tidak dapat melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi tatap muka;
  3. Mengembangkan program pendidikan akademik dan profesional sesuai dengan kebutuhan nyata pembangunan yang belum banyak dikembangkan oleh perguruan tinggi lain.

 

UT mengenal sistem belajar jarak jauh dan terbuka. Jarak jauh berarti sistem pembelajaran dilakukan tidak melalui proses tatap muka melainkan melalui media cetak ataupun media lainnya. Terbuka berarti tidak membatasi usia, tahun ijasah, masa belajar, waktu registrasi dan frekwensi mengikuti ujian. Dalam hal ini hanya satu syarat untuk mengikuti program UT yaitu menamatkan jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) atau yang sederajat.

 

Sistem belajar mahasiswa UT adalah belajar secara mandiri. Dalam hal ini mahasiswa diharapkan dapat mengatur waktu belajar sendiri ataupun berkelompok tanpa harus dijadwalkan oleh UT. Pihak UT sendiri akan memberikan bahan ajar yang dapat dipelajari sendiri ataupun berkelompok. Selain itu UT juga menyediakan perpustakaan online, tutorial online dan bahan ajar yang dapat dijalankan di komputer. Mahasiswa dapat meminta informasi tentang bantuan belajar kepada Unit Program Belajar Jarak Jauh Universitas Terbuka (UPBJJ-UT) yang saat ini tersedia di tiap propinsi di Indonesia. Secara umum keberhasilan seseorang mengikuti program UT bergantung pada kemauan untuk belajar mandiri dan disiplin diri.

 

UT juga mengenal Sistem Kredit Semester (SKS), satu sks disetarakan dengan tiga modul bahan ajar cetak. Satu modul terdiri atas 40-50 halaman, sehingga bahan ajar dengan bobot 3 sks berkisar antara 360-450 halaman, tergantung pada jenis mata kuliahnya. Berdasarkan hasil penelitian, kemampuan membaca dan memahami rata-rata mahasiswa adalah 5-6 halaman per jam sehingga untuk membaca bahan ajar dengan bobot 3 sks diperlukan waktu sekitar 75 jam. Apabila satu semester mempunyai waktu 16 minggu, maka waktu yang diperlukan untuk membaca bahan ajar dengan bobot 3 sks adalah 75 jam dibagi 16 minggu, atau kurang lebih 5 jam per minggu. Misalnya, mahasiswa mengambil 15 sks/semester, maka yang bersangkutan harus mengalokasikan waktu belajar sebanyak 15 sks dibagi 3 sks kali 5 jam = 25 jam per minggu atau kira-kira 5 jam per hari (1 minggu dihitung 5 hari belajar)

Sejarah & Perkembangan UT Taiwan

Tenaga Kerja Indonesia (TKI) merupakan salah satu aset bangsa. Tak heran maka mereka sering dijuluki “Pahlawan Devisa” yang mana memberikan kontribusi yang besar untuk bangsa Indonesia. Secara keseluruhan jumlah TKI sendiri adalah 40,26 persen atau 142.983 orang dari total 355.136 pekerja asing di Taiwan (KOMPAS, 2010). Dari jumlah tersebut, ada keinginan dari TKI untuk dapat melanjutkan pendidikan mereka selama bekerja di Taiwan. Hal ini merupakan suatu keinginan positif yang mana setelah mereka selesai dan kembali ke tanah air, mereka memiliki kemampuan (skill) dan ijasah.

 

Menanggapi hal tersebut Perhimpunan Pelajar Indonesia di Taiwan (PPI Taiwan) bernisiatif untuk memfasilitasi adanya sebuah unit pembelajaran jarak jauh yang dapat menjawab keinginan TKI di Taiwan. Setelah melakukan beberapa pembicaraan informal dengan beberapa organisasi TKI di Taiwan, maka PPI Taiwan melakukan penelitian dan pencarian lembaga apa yang cocok dan sesuai dengan kebutuhan TKI di Taiwan. Pada kesimpulannya, kebanyakan TKI yang ada di Taiwan merupakan lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat dan berkeinginan untuk melanjutkan ke jenjang Universitas. Dalam hal ini PPI Taiwan berkesimpulan bahwa Universitas Terbuka (UT) merupakan lembaga yang dapat menjawab kebutuhan tersebut. UT sendiri merupakan satu-satunya lembaga pendidikan jarak jauh yang didirikan pemerintah dan saat ini sudah memiliki 26 cabang pengelola Luar Negri yang tersebar di seluruh dunia.

 

Pelaksanaan

PPI Taiwan dalam hal ini sebagai fasilitator untuk terwujudnya UT Luar Negeri di Taiwan memiliki beberapa tahapan diantaranya:

- Tahapan Pertama

Pada tahap ini akan diadakan survey data TKI di Taiwan yang memiliki keinginan melanjutkan pendidikan ke jenjang Universitas. Data ini akan digunakan sebagai pertimbangan untuk UT pusat dalam upaya membuka cabang UT di Taiwan. Selain itu penjajakan peran KDEI sebagai “center” penyelenggara UT di Taiwan. (hal ini mengacu kepada penyelenggara UT di negara lain yang ditangani oleh KBRI atau Konsulat Jendral RI).

- Tahap Kedua

Penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) antara UT dengan KDEI sebagai penanggung jawab dengan PPI Taiwan sebagai fasilitator. Tercapainya kesepakatan tentang teknis pelaksanaan, biaya yang dibutuhkan mahasiswa dan biaya pihak penyelenggara.

- Tahap Ketiga

Angkatan pertama UT di Taiwan. Pada tahap ini dibuka pendaftaran untuk penerimaan mahasiswa baru program UT Taiwan. Mahasiswa diharapkan bisa mengikuti modul pembelajaran UT secara online dan belajar secara mandiri. UT Pusat akan mengirimkan utusan penguji setiap akhir semester untuk melakukan evaluasi belajar mahasiswa UT di Taiwan.